Cara mengobati burung paruh bengkok berak kapur

Berikan obat pencegah penyakit berak kapur pada tempat air minum,Pengobatan dapat diberikan dengan cara men-spet secara langsung kemulut burung paruh bengkok

 

Kotoran yang mengandung bakteri salmonela

Diare adalah salah satu masalah kesehatan yang paling umum terjadi pada burung paruh bengkok. Kondisi ini bisa terjadi dalam kategori ringan, sedang, hingga berpotensi mengancam jiwa. Pada umumnya, gangguan pencernaan ini hanya berlangsung singkat. Akan tetapi jika penyakit ini berlangsung selama berminggu-minggu, hal itu menandakan terdapat masalah lain di tubuh burung paruh bengkok.

 

Diare berak kapur pada burung paruh bengkok kerap kali terjadi karena dari faktor makanan yang telah terkontaminasi BAKTERI SALMONELA DAN BAKTERI ECOLI.

Diare berak kapur ini kerap kali diderita oleh burung paruh bengkok yang makannya selalu di spet dengan pakan jadi (bubur lolohan) dimana bubur pakan ini tidak benar dalam penyimpanannya sehingga pakan ini terkontaminasi bakteri Salmonela dan bakteri Ecoli, yang kemudian diberikan makan pada burung paruh bengkok yang sehat, sehingga burung yang sehat menjadi sakit dikarenakan masuknya bakteri ini secara paksa.

Atau pemberian makanan jadi yang juga telah terkontaminasi bakteri Salmonela dan bakteri ecoli atau bekteri jenis lain bisa saja terjadi.

Pengertian Bakteri Salmonella dan Ciri-Ciri Bakteri Salmonella

Pengertian Bakteri Salmonella dan ciri-Ciri Bakteri Salmonella – Kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Bakteri Salmonella. Apa itu salmonella, tentu anda penasaran, Daripada kita bingung, baiknya kita simak ulasannya berikut ini.

Pengertian Salmonella

Salmonella merupakan jenis dari bakteri enterobakteria gram-negatif yang bentuknya seperti tongkat. Salmonella sendiri dapat menyebabkan gangguan seperti tifoid (tipus), paratifod, dan penyakit foodborne. Spesies-spesies Salmonella sendiri dapat bergerak bebas dan menghasilkan hidrogen sulfida.

 

bakteri salmonela

 

Ciri ciri burung paruh bengkok yang mengidap bakteri Salmonela dan Ecoli

 

Burung paruh bengkok yang terserang bakteri Salmonela dan Bakteri Ecoli dapat kita lihat dari warna serta bentuk kotoran bjurung paruh bengkok.

yaitu dengan bentuk kotoran yang pecah dan diikuti dengan sejumlah kotoran mencair berwarna putih kekuningan, inilah ciri-ciri utama pada warna kotoran burung paruh bengkok yang mengidap bakteri Salmonela dan bakteri Ecoli.

 

Kondisi burung paruh bengkok yang terserang bakteri Salmonela dan bakteri Ecoli:

*Kondisi burung paruh bengkok lemah dan lesu,

*Burung paruh bengkok banyak tidur dengan menyembunyikan kepalanya di sayap,

*Balu-bulu burung paruh bengkok terlihat berdiri,terutama pada bagian kepala dan leher,

*Burung paruh bengkok mulai berkurang nafsu makannya, bahkan tidak mau makan sama sekali,

 

Efek dan akibat burung paruh bengkok yang menderita diare bakteri salmonela dan bakteri ecoli

Pada burung paruh bengkok yang terserang bakteri Salmonela dan bakteri Ecoli ini bila dibiarkan terlalu lama akan mati dikerenakan terjadinya DEHIDRASI (kehilangan cairan elektrolit didalam tubuhnya)

 

Cara pengobatan/mengatasi/mengobati penyakit diare dan berak kapur pada burung paruh bengkok

*Jauhkan burung peruh bnegkok dari burung-burung yang sehat,

*Bersihkan mangkok tempat makanan,

*Bersihkan mangkok tempat minum,

*Bersihkan kandang serta tatakan kotorannya,

*Berikan makanan yang bersih dan sehat,

*Berikan pengobatan dengan obat minum ANTIBIOTIK yang mengandung TRIMETOPRIM & SULFA,

*Berikan kombinasi ANTIBIOTIK yang mengndung LINCOMYCIN,

*Berikan minum sesering mungkin dengan Cairan yang banyak mengandung ELEKTROLIT,(agar burng tidak menjadi lemas)

*Pemberian obat cukup 2 x sehari per 12 jam selama minimum 6 hari,dan baru dihentikan pengobatan.

 

Pada burung paruh bengkok yang telah sehat, terlihat jelas kondisi burung menjadi segar serta kembalinya tingkat nafsu makan.

 

Demikian artikel burung paruh bengkok berak kapur ini dibuat oleh Omparrot,semoga dapat bermanfaat bagi para penghobi,

 

Dibuat: gading serpong,
tgl 6 Juli 2020; jam 02:18 PM
Oleh: ANTONIUS WIJJAYA

 

 

Dilarang keras memindahkan artikel ini pada web lain serta menghilangkan nama penulis, apa bila terjadi pemindahan artikel ini cantumkan nama penulisnya dan terima kasih.